Kanti-Kanti Or Budak?

Kata Kanti-kanti, mengandung makna teman, sahabat. Sama halnya kalau di jawa dengan, Konco-konco. (terminologinya ada yang bisa nambahin?).


Di Solo/ Surakarta / Jogja : Cah-cah


Contoh kalimat: ”cah-cah opo wes mangan durung? (teman-teman apa sudah makan belum?)


Di Surabaya : Arek-arek


Contoh kalimat: “ juangkrik, arek-arek podo mabur bar bal-balan. (sialan, teman-teman pada kabur setelah main bola).


Di Bandung : Barudak


Contoh kalimat : “hmm…barudak Bandung geulis-geulis pisan”. (hmmm…anak bandung cantik-cantik sekali).


Pemakaian kata ‘kanti’ ini lebih halus (kromo inggil=jawa) dibandingkan dengan kata’budak’.


Umumnya, pemakaian kata budak terkesan agak kasar. Hanya dalam bahasa untuk anak kecil atau teman sebayanya. Sedangkan pemakaian kata kanti lebih dipakai dalam bahasa pergaulan yang lebih tinggi, tapi tidak kaku dan semi formal. Biasanya jalinan persahabatan sudah dekat.


Mungkin beda dengan makna pemakaian kata budak bagi orang Malaysia. Namun bagi orang di luar Jambi sempat ada anggapan, kesan yang didapat jika kita menyebut kata ‘budak’ adalah kasar dan kurang beretika. Katanya, ‘emang budak belian apa. Yang diperjual belikan di jaman dahulu.’ J …Wallahu’alam.


Baik. Itu pendapat penulis. Jika ada ahli bahasa atau dosen bahasa, penulis mohon dibantu penjelasannya yang lebih detail. Mohon maaf.

Komentar