Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 04 Februari 2016

Nasi Gemuk

Kuliner khas Jambi ini tidak terbatas untuk kategori kalangan tertentu. Ini menu rakyat. Namanya Nasi Gemuk. Gemuk sebab terlihat begitu. Mengembang. Direbus dengan santan, daun salam, serai dan garam sampai mendidih lalu masukkan beras, tunggu hingga masak dan meresap. Kukus hingga 45 menit dengan api sedang. Sebagai pelengkap pakai sambal terasi lebih maknyuzz. Telur dadar diiris-iris. Jangan lupa tambahkan teri, bawang goreng, telur rebus, dan kerupuk biar kriuk.

Di Jakarta punya nasi uduk. Di Jambi ada nasi minyak, ada pula nasi gemuk. Intinya kuliner ini dimasak dengan santan hingga bercitarasa gurih.
Nasi Gemuk jamak dijual di warung-warung pinggir jalan. Amat merakyat. Sebab telah menjadi menu utama setiap sarapan pagi anak-anak sekolah, orang kantoran dll. Biasanya karib dekat Nasi Gemuk adalah lontong. Dua sahabat kuliner ini tak terpisahkan. Yuk, icip-icip jika ke Jambi menu ini.

Dijamin ga bikin gemuk, kok.

Rabu, 03 Februari 2016

Surfing in Batanghari River

Berselancar di Sungai Batanghari

Pernah ga, sih kamu di tv liat orang menunggangi banteng ngamuk?...lha kalau yang ditunggai adalah ombak, ini pekerjaan para peselancar, bukan? Yup. Surfing alias selancar adalah salahsatu cabang olahraga yang bikin adrenalin kamu bisa terpacu. Jaga keseimbangan dan kemampuan mengarahkan papan selancar dengan baik agar kita tidak mudah terjatuh ke air. Seru! Papan yang kita tunggangi akan bergerak sebab ada arus ombak di bawahnya. Ya, iyalah. Masak pake seliter solar.

Gimana jika kamu berselancar di sungai? Di Batanghari? Mungkin, ga sih? Hmm…biasanya berselancar di laut dengan ombak tinggi. Mentawai dan Nias jadi tempat favorite para peselancar di seluruh dunia. Kabarnya, nih. Mentawai memiliki ombak tertinggi ke dua di dunia setelah Hawaii! Keren, kan Indonesia?...

Jangan-jangan seperti sungai di Riau, mana tau suatu ketika, jika alam mendukung, Batanghari bisa menjadi sungai tempat berselancar. Minimal, berselancar by Ketek dulu. (baca: perahu bermesin yang bunyinya tek-ketek-ketek-ketekkkk!). mungkin ga, di sungai Batanghari, sebagai sungai terpanjang di Sumatera, punya ombak tinggi buat berselancar?...

Are you sure you want to surf in Batanghari river?...

Scrabble; Teka-teki Silang Kota-kota di Jambi

Scrabble


Kata situs Wikipedia.org bahwa Scrabble adalah permainan papan dan permainan menyusun kata yang dimainkan 2 atau 4 orang yang mengumpulkan poin berdasarkan nilai kata yang dibentuk dari keping huruf di atas papan permainan berkotak-kotak (15 kolom dan 15 baris). Biji permainan berupa keping berbentuk bujur sangkar yang bertuliskan huruf pada salah satu sisi. Pemain mengambil hingga sebanyak tujuh buah keping huruf dari kantong, dan berusaha menyusun kata secara mendatar atau menurun seperti teka-teki silang. Kata-kata yang dibuat harus merupakan kata yang diizinkan untuk dimainkan berdasarkan kamus standar sesuai dengan bahasa yang dimainkan. Pemain yang mengumpulkan total poin tertinggi dinyatakan sebagai pemenang.

Scrabble ini bagus buat melatih agar kita kaya kosakata bahasa Inggris. Jika ga tahu/lupa, biasanya sudah ada kamus. Berikut Jakoz membuat desain ibukota-ibukota kabupaten/kota se provinsi Jambi. 11 Kota-kota tersebut adalah: Kota Jambi, Sungai Penuh, Kerinci, Muaro Tebo, Sarolangun, Muaro Bungo, Sabak, Bangko, Sengeti, Muara Bulian, Kuala Tungkal.

Kamu sendiri pernah ga, main scrabble?...

Selasa, 02 Februari 2016

Masjid 1000 Tiang: Masjid Agung Alfalah Jambi

Masjid 1000 Tiang: Alfalah Mosque

Can you tell me, how many posts of the Alfalah Mosque there are? Please choose:

a. Yes, 1000 Posts
b. No, I’m Confused
c. Maybe Yes Maybe No
d. Baseng Bae, lah



Ada Masjid di Jambi dengan 1000 Tiang?...Ga percaya? Sok, atuh. Itung sendiri bae. Mana tau bisa berlebih. Tapi kalian yang datang ke Jambi kudu mampir ke destinasi popular di Jambi ini. Belum afdhol rasanya. Bagi yang muslim pas banget sekalian ambil waktu sholat wajib. Misal mau liat interior dan pencahayaannya mending datang waktu malam hari. It’s cool.

Sekilas tentang masjid 1000 Tiang.

Dahulu lokasi berdirinya masjid Agung Alfalah ini adalah pusat kerajaan Melayu dan bekas Istana Tanah Pilih yang dipimpin oleh Pahlwan Jambi: Sulthan Thaha Syaifuddin.

pada tahun 1885 pernah dikuasai penjajah Belanda dan dijadikan pusat pemerintahan dan benteng Belanda. Dan Sulthan Thaha beserta pasukannya sengaja membakar Istana Tanah Pilih agar tidak dikuasai oleh penjajah. Makanya kawasan ini pula disebut dengan daerah Benteng. Masjid 1000 Tiang yang jumlah tiang setelah dihitung Cuma 256 buah ini, dibangun dari tahun 1971-1980 dan setelah Belanda keluar lokasi ini pernah dijadikan markas TNI.
So, jalan-jalan ke Jambi, mampir dan singgah buat sholat di sini. Tenteram hati sambil mandangi interior masjid.

Minggu, 30 Agustus 2015

.:: The Adventures of ORANG RIMBA

Mungkin ga, sih Tintin singgah di Taman Nasional Bukit 12, Provinsi Jambi?... Berpetualang ala Orang Rimba alias Suku Anak Dalam?...

Bisa jadi..bisa jadi. Mana tahu Herge, artis Belgia si komikusnya bakal meluncurkan serial komik Tintin versi Orang Rimba. Bakal seru, nih.

Oh, ya. Dalam bahasa Perancis, Petualangan Tintin disebut “Les Aventures de Tintin et Milou'' ini pertama kali muncul pada tanggal 10 Januari 1929 di Koran Belgia. Adalah seorang wartawan muda yang hobi mengembara bernama Tintin. Rambutnya khas, berjambul kuning! Seandainya Milo, si anjing Tintin dan Kapten Haddock bertemu dengan Besudut di rimba Makekal, kira-kira cerita seru apa, ya yang bakal terjadi?

.:: DUKU KUMPEH; The Original Fruit of Jambi


Kejarlah DUKU (Daku) Kau Kutanggap...

Siapa yang ga kenal Duku Kumpeh? Manisnya sungguh astaganaga. Beyik buat oleh-oleh dari Jambi sebab banyak dibawa ke Jakarta, Jawa hingga kota-kota tetangga terdekat dari Provinsi Jambi. Manisnya khas dan mantap. Para pedangang di Jambi dengan bangga menjualnya, ya dengan sebutan Duku Kumpeh si Duku Jambi. Bukan yang lain. Karena masalah rasa ga bisa bohong.

Jika musim panen tiba banyak truk-truk luar daerah langsung berdatangan ke lokasi kebun duku seperti di kabupaten Muaro Jambi, Kumpeh sebagai sentral Duku Kumpeh terbesar. Plat-plat kendaraan seperti B, BG, BA ga mau kalah mendistribusikan Duku Kumpeh hingga ke Jakarta dan tanah Jawa, seakan ingin mencicipi manisnya bisnis duku.

http://jambi.tribunnews.com/2014/08/19/disebut-duku-palembang-meski-dari-kumpeh

.:: INI ADA DJAMBI


Hai, Ini Ada Chan-Pi (istilah I-Tsing; pelayar Tiongkok abad ke 9M)...
Itu Ada Jambee (istilah Jawa)...
Ini Ada DJambi (ejaan lama)...
Itu Ada Jambi(ejaan baru)

Hai, hai. singgahlah ke Jambi

.:: Meniti Batang Antui

Adalah salahsatu persyaratan pernikahan dalam tradisi perkawinan Suku Anak Dalam.

Yaitu prosesi berlari serempak ke dua calon pengantin meniti sebatang pohon yang dilintangkan di atas sungai,
yang telah dikupas kulitnya sehingga sangat licin.

Kalian harus melewati tantangan ini. Jika tidak, bisa gagal nikah, lho.
*note:berlaku hanya pada tradisi Orang Rimba.

Senin, 02 Maret 2015

::LASAK - 60% Kalem

Lasak

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) arti lasak adalah:
1. Selalu ingin bergerak; tidak dapat tenang (diam);
2. Selalu ingin mengerjakan sesuatu: jangan -- duduklah baik-baik
Contoh: “Oi, Jangan lasak. Duduklah baik-baik kalian di sini!”


Menurut kami, lasak itu adalah kreativitas. Manusia yang bergerak adalah manusia yang dinamis, serba ingin tahu, dan berani mengambil risiko. Lha, buktinya disuruh tenang. Justru kreativitas itu tercipta karena lasak; keingintahuan yang tinggi untuk mencoba hal positif. Baiknya diarahkan saja, bukan dibungkam. Nah, pabila kanti punya anak, jangan bunuh kreativitasnya. Lasak itu tanda orang kreatif, lho. Semua ada porsinya.

Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa)
Varian: Standard, Lengan Panjang, Reglan, Polo-Shirt, Bayi, Anak-anak lengan pendek & lengan panjang Color; Putih, Hitam, Merah Cabe, Broken White, Kuning, Ungu, Biru, Hijau etc
------
restless
In a large dictionary of Indonesian (KBBI) peevish sense is:
1. Always wanted to move; can not be quiet (silent);
2. Always wanted to do something; do - sit well
Example: "Oi, do not peevish. Sit well you here! "

In our opinion, it is a restless creativity. Humans are humans moving dynamic, inquisitive, and willing to take risks. Experience, evidence told to calm. Precisely because of restless creativity was created; high curiosity to try something positive. It would be better directed, not silenced. Well, sovereign, when kanti have children, do not kill creativity. It is a sign of restless creative person, you know. All the existing portion.
Size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult)
Variants: Standard, Long Sleeve, Reglan, Polo-Shirt, Infants, Children short sleeve and long sleeve Color; White, Black, Red Chili, Broken White, Yellow, Purple, Blue, Green etc

Selasa, 02 Desember 2014

Writerpreneur yang Takut Jadi PNS

Tribun Jambi
Writerpreneur yang Takut Jadi PNS
Kamis, 14 Juni 2012 14:44 WIB

BAGI banyak orang, menjadi pegawai negeri (PNS) adalah idaman. Tapi, tidak demikian untuk seorang Berlian Santosa.

Pria kelahiran 1976 penyandang gelar Sarjana Peternakan dari Universitas Andalas, Padang tersebut, sebenarnya pernah merasakan menjalani tes seleksi CPNS 3 tahun silam. Namun, jika orang lain begitu berharap untuk dapat lolos, Ian, demikian Berlian biasa disapa, justru begitu takut jika sampai diterima.

Kata suami Dian Prihati tersebut, kala itu dirinya mengikuti seleksi semata untuk menuruti keinginan orangtuanya.

"Mungkin waktu itu orangtua saya melihat usaha saya di sini masih belum menjanjikan. Mereka menginginkan pekerjaan yang aman dan tetap bagi saya," kata Ian ketika ditemui Tribun di gerai kaus khas Jambi Jakoz, kepunyaanya, Rabu (13/6) siang.

Menurut Ian, bukannya tanpa sebab ia justru takut kalau sampai diterima. Kala itu, ia mulai merasa usaha kaus Jakoz yang dibangunnya sejak 2007 mulai menunjukkan prospek cerah.

Seingatnya, enam bulan pertama sejak ia memindahkan gerai dari daerah Mayang ke Sungai Kambang pada medio 2009, telah mampu menghasilkan omzet Rp 3 juta- Rp 4 juta per hari.

"Padahal waktu gerai masih di rumah di Mayang dulu, sebelum kami pindah kemari, pernah sebulan saja cuma laku 1 kaus," kata Ian mengingat masa awal penuh perjuangan bagi Jakoz pada 2007 sampai 2009.

Pada masa awal ini, untuk menyokong pemasukan keluarga ia mengandalkan order jasa advertising hingga order MC acara.

Maka seiring menanjaknya omzet, ayah dari Zahra (8) dan Amira (5) ini justru cemas bila fokusnya terpecah dengan bekerja sebagai orang kantoran. Ketakutan tidak dapat membagi fokus tersebut datang dari pengalamannya yang beberapa kurang mampu mengoptimalkan usaha yang dimilikinya semasa tinggal di Solo, Jawa Tengah, sehingga akhirnya mesti menutupnya.

Dulu semasa tinggal di Solo, Ian antara lain pernah memiliki usaha burger di daerah kampus Universitas Sebelas Maret, ternak kelinci skala kecil, hingga yang tergolong lumayan adalah toko plastik di daerah Bekonang, Sukoharjo. Usaha- usahanya dulu itu dikelola Ian di sela-sela kesibukannya bekerja sebagai medical representative perusahaan farmasi asing dengan penempatan di Yogyakarta .

Maka, ketika akhirnya tidak lolos tes seleksi calon PNS, Ian justru kian yakin untuk menggeluti usaha kaus Jakoz yang dimilikinya. Pilihannya tersebut tenryata tak salah. Jakoz dalam 3 tahun terakhir sejak ber-homebase Sungai Kambang memang menanjak. Jika pada 2009 itu, Jakoz yang punya tagline "Kaus Berbumbu Jambi" baru memiliki 10 desain kaus, maka kini Jakoz di Sungai Kambang menjual paling tidak 45 macam desain kaus, yang mana masing-masing desain bisa memiliki hingga 1 atau 10 opsi warna kaus.

"Top five desain yang laris itu Rimba Boy dan Rimba Girl yang bisa juga jadi kaus couple, lalu Wisata Jambi, Jambi Bertabur Simpang, juga Di Jambi Ada di Jakarta. Selain itu di top ten-nya ada juga satu di antaranya Candi Muara Jambi, tapi itu kompetitor juga punya," Ian

Kini pmzet kotor Jakoz menembus Rp 50 juta sebulan. Angka itu tak cuma datang dari kaus. Gerai Jakoz juga menjual batik, penganan khas Jambi seperti kerupuk, madu, abon patin, nanas goreng, rambutan goring.

Di sela kesibukannya mengurus usaha kaus Jakoz-nya, Ian aktif pula di dunia kepenulisan. Ia aktif di komunitas penulis, Forum Lingkar Pena (FLP) Jambi dari 2007, meneruskan aktivitasnya di FLP Solo.

Sejak 2010, Ian juga menjabat sebagai Ketua FLP Jambi. Cerpennya antara lain mengisi antologi cerpen Negeri Cinta Batanghari yang merupakan karya keroyokan para pegiat FLP Jambi dan terbit pada 2011 lalu .

"Karena itu ketimbang disebut pengusaha, saya lebih nyaman disebut writerpreneur, penulis yang menulis sambil berusaha, atau entrepreneur yang berusaha sambil menulis," kata Ian seraya tersenyum lebar. (yoseph kelik)