Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selasa, 02 Desember 2014

Writerpreneur yang Takut Jadi PNS

Tribun Jambi
Writerpreneur yang Takut Jadi PNS
Kamis, 14 Juni 2012 14:44 WIB

BAGI banyak orang, menjadi pegawai negeri (PNS) adalah idaman. Tapi, tidak demikian untuk seorang Berlian Santosa.

Pria kelahiran 1976 penyandang gelar Sarjana Peternakan dari Universitas Andalas, Padang tersebut, sebenarnya pernah merasakan menjalani tes seleksi CPNS 3 tahun silam. Namun, jika orang lain begitu berharap untuk dapat lolos, Ian, demikian Berlian biasa disapa, justru begitu takut jika sampai diterima.

Kata suami Dian Prihati tersebut, kala itu dirinya mengikuti seleksi semata untuk menuruti keinginan orangtuanya.

"Mungkin waktu itu orangtua saya melihat usaha saya di sini masih belum menjanjikan. Mereka menginginkan pekerjaan yang aman dan tetap bagi saya," kata Ian ketika ditemui Tribun di gerai kaus khas Jambi Jakoz, kepunyaanya, Rabu (13/6) siang.

Menurut Ian, bukannya tanpa sebab ia justru takut kalau sampai diterima. Kala itu, ia mulai merasa usaha kaus Jakoz yang dibangunnya sejak 2007 mulai menunjukkan prospek cerah.

Seingatnya, enam bulan pertama sejak ia memindahkan gerai dari daerah Mayang ke Sungai Kambang pada medio 2009, telah mampu menghasilkan omzet Rp 3 juta- Rp 4 juta per hari.

"Padahal waktu gerai masih di rumah di Mayang dulu, sebelum kami pindah kemari, pernah sebulan saja cuma laku 1 kaus," kata Ian mengingat masa awal penuh perjuangan bagi Jakoz pada 2007 sampai 2009.

Pada masa awal ini, untuk menyokong pemasukan keluarga ia mengandalkan order jasa advertising hingga order MC acara.

Maka seiring menanjaknya omzet, ayah dari Zahra (8) dan Amira (5) ini justru cemas bila fokusnya terpecah dengan bekerja sebagai orang kantoran. Ketakutan tidak dapat membagi fokus tersebut datang dari pengalamannya yang beberapa kurang mampu mengoptimalkan usaha yang dimilikinya semasa tinggal di Solo, Jawa Tengah, sehingga akhirnya mesti menutupnya.

Dulu semasa tinggal di Solo, Ian antara lain pernah memiliki usaha burger di daerah kampus Universitas Sebelas Maret, ternak kelinci skala kecil, hingga yang tergolong lumayan adalah toko plastik di daerah Bekonang, Sukoharjo. Usaha- usahanya dulu itu dikelola Ian di sela-sela kesibukannya bekerja sebagai medical representative perusahaan farmasi asing dengan penempatan di Yogyakarta .

Maka, ketika akhirnya tidak lolos tes seleksi calon PNS, Ian justru kian yakin untuk menggeluti usaha kaus Jakoz yang dimilikinya. Pilihannya tersebut tenryata tak salah. Jakoz dalam 3 tahun terakhir sejak ber-homebase Sungai Kambang memang menanjak. Jika pada 2009 itu, Jakoz yang punya tagline "Kaus Berbumbu Jambi" baru memiliki 10 desain kaus, maka kini Jakoz di Sungai Kambang menjual paling tidak 45 macam desain kaus, yang mana masing-masing desain bisa memiliki hingga 1 atau 10 opsi warna kaus.

"Top five desain yang laris itu Rimba Boy dan Rimba Girl yang bisa juga jadi kaus couple, lalu Wisata Jambi, Jambi Bertabur Simpang, juga Di Jambi Ada di Jakarta. Selain itu di top ten-nya ada juga satu di antaranya Candi Muara Jambi, tapi itu kompetitor juga punya," Ian

Kini pmzet kotor Jakoz menembus Rp 50 juta sebulan. Angka itu tak cuma datang dari kaus. Gerai Jakoz juga menjual batik, penganan khas Jambi seperti kerupuk, madu, abon patin, nanas goreng, rambutan goring.

Di sela kesibukannya mengurus usaha kaus Jakoz-nya, Ian aktif pula di dunia kepenulisan. Ia aktif di komunitas penulis, Forum Lingkar Pena (FLP) Jambi dari 2007, meneruskan aktivitasnya di FLP Solo.

Sejak 2010, Ian juga menjabat sebagai Ketua FLP Jambi. Cerpennya antara lain mengisi antologi cerpen Negeri Cinta Batanghari yang merupakan karya keroyokan para pegiat FLP Jambi dan terbit pada 2011 lalu .

"Karena itu ketimbang disebut pengusaha, saya lebih nyaman disebut writerpreneur, penulis yang menulis sambil berusaha, atau entrepreneur yang berusaha sambil menulis," kata Ian seraya tersenyum lebar. (yoseph kelik)

Senin, 01 Desember 2014

Hidup Akan Lebih Hidup Jika Berbagi ~ JambiToday 29 November 2014

Hidup Akan Lebih Hidup Jika Berbagi
Berlian Santosa, Pemilik Gerai Jambi Punya Kaos (Jakoz)*

Membangun bisnis industri kreatifnya selama 7 tahun membutuhkan kerja keras yang besar. 2 tahun awal membuka Jakoz, Berlian Santosa mengakui kurang mendapat respon yang baik dari masyarakat. Namun siapa sangka, sekarang Jakoz telah menjadi pusat oleh-oleh kaos khas Jambi.

“2 tahun awal buka Jakoz tidak mendapat animo yang baik, sebulan satu kaos saja ada yang beli untung-untungan. Tapi sekarang alhamdulillah Jakoz telah banyak yang tahu bahkan bukan hanya masyarakat Jambi namun juga luar (provinsi) Jambi,” kata lelaki yang gemar mendongeng ini.

Meski telah berhasil membangun bisnis dengan brand sendiri, Berlian tetaplah menjadi entrepreneur yang gemar berbagi ilmu mengenai strategi berbisnis. Ini terbukti Berlian bergabung dengan beberapa komunitas seperti Smarpreneur, dan sebagai Konsultan UKM yang memiliki misi untuk menggali dan berbagi pengalaman bisnis serta melatih pebisnis muda untuk mempratekkan strategi bisnis.


Bagi Berlian (biasa disebut ian) hidup akan lebih bernyawa ketika seseorang mampu dan ingin berbagi atas semua keberhasilan yang telah didapat. Namun sebaliknya hidup akan terasa mati jika seseorang hanya menyimpan semua kemampuannya untuk dirinya sendiri. Bukan hanya itu, Berlian juga menjadi penulis dan pendongeng, berbagai buku telah ditulis dan dia pun telah memiliki komunitas pendongeng sendiri yaitu Kampung Dongeng Seloko dan komunitas penulis dunia: Forum Lingkar Pena.

“Hidup bakal lebih hidup kalau berbagi dengan orang lain. Makanya saya gemar berbagi pengalaman dan menjadi pelatih para pelaku UKM untuk maju dan segera membangun bisnis,” ujar ayah dua anak ini.
Ditengah-tengah kesibukannya sebagai entrepreneur, Berlian masih menyempatkan waktunya sebagai coach (pelatih) dan konsultan UKM. Berlian menekankan, untuk terjun dalam komunitas seperti ini harus sungguh-sungguh dan mendalami, jangan hanya asal mencoba.

“Menjalani sebagai pelatih bisnis, mendampingi beberapa pelaku UKM harus serius, benar-benar mendampingi jangan asal memberikan masukan tapi bantu mereka untuk action. Pastikan kapan mereka mau mulai bisnis dan dorong mereka untuk segera melaporkan hasil kepada kita, biar tahu apa lagi gerakan selanjutnya,” papar pendongeng yang juga seorang penulis ini.

Tak hanya itu, Berlian juga mewakili City Changer Indonesia untuk presentasi dihadapan Dirjen Pekerjaan Umum Kementrian PU RI mengenai sanitasi dan lingkungan perkotaan. Makalah Berlian berhasil menduduki urutan kedua dari 100 peserta City Changers terpilih. City Changers adalah salahsatu badan dunia di bawah naungan UN-Habitat yang ikut berperan menangani program sanitasi, air bersih dan kumuh. City Changers merupakan perorangan dan berangkat dari komunitas independen.

Telah banyak berbagi cerita dan pengalaman berbisnis dengan pebisnis muda, diakui Berlian dalam berbisnis seseorang harus mampu menjadi pioner. Seorang pebisnis harus berani dan mampu melakukan differensiasi. Bukan sekadar ATM: Amati Tiru dan Modifikasi,” tutupnya.

*revisi

Minggu, 02 November 2014

::Krinok, How To Play A Musical Instrument?::.

Krinok?...Makanan apaan, sih?...

Okay. Krinok adalah satu seni tradisi lisan yang berasal dari Provinsi Jambi. Senandung krinok, mengatur banyak sekali perilaku normatif sebagai nilai dasar manusia. Masih banyak dilestarikan oleh masyarakat Melayu di daerah Rantau Pandan, Kabupaten Muara Bungo. Krinok merupakan kesenian tertua bahkan sejak masa pra sejarah, diperkirakan sejaman dengan masuknya Budha Ke wilayah Jambi. Saat itu mirip pembacaan mantra atau semacam doa-doa.

Gimana, sih Krinok itu?

Adalah seni vokal yang sangat sederhana. Seperti orang yang berpuisi dengan nada-nada tinggi tanpa alat musik dengan penuh penjiwaan, emosi dan amat personal. Biasanya dilantunkan oleh kaum lelaki di hutan, mencari kayu di ladang atau pinggir sawah. Ga boleh di dalam rumah, lho. Kenapa? Yah, tanya aja sendiri sama pakar langsung. Dinamika krinok di Kabupaten Bungo berkaitan erat dengan perkembangan kebudayaan Melayu Jambi dan Minangkabau. Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia oleh karenanya kebudayaan dengan sendirinya akan mengalami perubahan dan perkembangannya seiring dengan kehidupan manusia.

Seperti apa wajah kesenian Krinok tersebut?

Awalnya krinok diiringi dengan kelintang kayu namun lama-lama dengan perkembangan seni kontemporer maka krinok telah mulai dipadukan dengan gong, gendang panjang serta biola. Keempat alat musik tersebut kemudian menjadi pakem bagi musik pengiring krinok.

Fungsi Krinok?

Nah kanti musti tahu, saat ini walau arus moderenisasi menggempur, krinok masih dimainkan oleh masyarakat yang peduli akan warisan leluhur tersebut. Fungsinya sebagai penghibur diri, bisa untuk mengusir binatang buas dan lebih penting lagi, nih, sesiapa yang pandai melantunkan krinok, maka dapatlah ia menarik hati perempuan yang ingin dinikahinya.

Ahayy. Bila tiada punya pulsa telepon dan sms, bolehlah kiranya mempraktekkan laku berseni krinok ini. Sebagai penghibur diri, tidak ada lirik krinok yang baku. Setiap pelantun krinok dibolehkan menyuarakan isi hati mereka, entah susah maupun bahagia. Krinok sebagai bagian warisan dunia proto Melayu yang perlu diwariskan kepada para generasi penerus.

So, How to play a musical instrument Krinok, Kanti?

Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa)
Varian: Standard, Lengan Panjang, Reglan, Polo-Shirt, Bayi, Anak-anak lengan pendek & lengan panjang Color; Putih, Hitam, Merah Cabe, Ungu, Hijau muda, Merah Jambu etc
------
Krinok: How To Play A Musical Instrument?

Krinok? ... Food hell, anyway? ...

Okay. Krinok is the art of the oral tradition coming from the province of Jambi. Krinok hum, set a lot of normative behavior as a basic human value. There are many preserved by the Malay community in Rantau Pandan area, District of Muara Bungo. Krinok is the oldest art ever since the pre-history, estimated contemporaneous with the entry of Buddhism Into Jambi. When it is like reading a spell or some sort of prayers.

What, Krinok it?

Is a very simple vocal art. As people poetry with high notes without an instrument full of inspiration, emotional and very personal. Usually sung by men in the woods, looking for wood in the fields or the rice field. Should not be done in the house. Why? Well, ask yourself the same experts directly. Dynamics at Bungo krinok closely related to the development of Jambi Malay and Minangkabau culture. Culture is the result of creativity, taste and culture of human intention, therefore, by itself will change and development in line with human life.

Like what Krinok the arts face?

Originally krinok kelintang accompanied by long wood but with the development of the contemporary art had begun krinok combined with gongs, drums and violin length. The fourth instrument became krinok grip for musical accompaniment.

Krinok function?

Now you must know, the current flows though modernization pounding, krinok still played by people who care about the heritage. Its function as an entertainer himself, could to repel wild animals and, more importantly, anyone who knows how to sing krinok, then it can be attractive to women he wanted to marry.

Ahayy. When not had a pulse phone and sms, so-so presumably this krinok artful practice behavior. As an entertainer myself, no lyrics krinok standard. Each singer krinok allowed to voice their hearts content, whether hard or happy. Krinok as part of world heritage proto-Malays who need to be passed on to the next generation.

So, How to play a musical instrument Krinok, friend?

size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult)
Variants: Standard, Long Sleeve, Reglan, Polo-Shirt, Infants, Children short sleeve and long sleeve Color; White, Black, Red Chillies, Purple, Light green, Pink etc

::Apo Jingok-jingok::.

Orang Jakarta bilang, “Apaan, lo, liat-liat gue?!” nah kira-kira sama seperti itu maksudnya. Apa Jingok-jingok, biasanya digunakan untuk ungkapan kemarahan dan pertanyaan yang menginterogasi seseorang. Hampir mirip dengan bahasa Sumatera Selatan (Palembang), karena wilayah ini beririsan sejak jaman kedatuan Sriwijaya yang kabarnya pernah bersinggasana di wilayah Jambi sekarang.

Apo jingok-jingok, silahkan dipakai. Tapi jangan pake mata melotot, ya.

Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa)
Varian: Standard, Lengan Panjang, Reglan, Polo-Shirt, Bayi, Anak-anak lengan pendek & lengan panjang Color; Ungu, Biru, Hijau, Pink, Putih, Hitam, Merah Cabe.

------
Apo Jingok-jingok
Jakarta people say, "What the hell, you see me, huh ?!" roughly the same as it was meant. What Jingok-jingok, usually used for the expression of anger and questions that interrogate someone. Almost similar to the language of South Sumatra (Palembang), because this region overlaps since the days of Srivijaya kedatuan reportedly been enthroned in Jambi now.
Apo-jingok jingok, please use. But do not use any bulging eyes.

size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult)
Variants: Standard, Long Sleeve, Reglan, Polo-Shirt, Infants, Children short sleeve and long sleeve Color; Purple, Blue, Green, Pink, White, Black, Red Chillies.

::CUBO - CUBO::.

“Janganlah cubo-cubo minum aek Batanghari, sebab biso bikin kanti selalu tekenang-kenang dengan tanah Jambi.” kato Datuk sayo.

It’s means: “Jangan coba-coba minum air (sungai) Batanghari, sebab bisa bikin anda selalu terkenang-kenang dengan tanah Jambi.” menurut Datuk saya
Ungkapan atau pameo ini sepertinya melekat dan lumayan terbukti. Beberapa karib, kerabat dan handai taulan, entah kebetulan atau tidak, biasanya akan kembali lagi mengunjungi Jambi. Baik dalam waktu dekat maupun lama.

Seseorang yang berkunjung ke Jambi bukan lantas meminum air sungainya terus berubah dari jelek menjadi cantik, namun berhubung Jambi dilintasi oleh sungai terpanjang di Sumatera ini, maka makan dan minum berkorelasi dengan sumber air yang ada: Batanghari.
Kalau begitu, yah, cubo-cubo-lah minum air Batanghari, ya. Tapi jangan diteguk langsung.

Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa)
Varian: Standard, Lengan Panjang, Reglan, Polo-Shirt, Bayi, Anak-anak lengan pendek & lengan panjang Color; Putih, Hitam, Merah Cabe.
-------
“Janganlah cubo-cubo minum aek Batanghari, sebab biso bikin kanti selalu tekenang-kenang dengan tanah Jambi.” kato Datuk sayo.

It's means: "Do not try to drink water (river) Batanghari, because it can make you always recollected with Jambi ground." according to my grandfather.
Phrase or slogan seems inherent and quite evident. Some intimates, relatives and friends, whether accidental or not, it will usually come back to visit Jambi. Both in the near term and long.

Someone who visited Jambi not necessarily drink the water of the river is constantly changing from ugly to be beautiful, but since Jambi crossed by the longest river in Sumatra, then eating and drinking is correlated with the existing water source: Batanghari.

If so, try drinking water Batanghari. But do not drink it raw.

size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult)
Variants: Standard, Long Sleeve, Reglan, Polo-Shirt, Infants, Children short sleeve and long sleeve Color; White, Black, Red Chillies.

Selasa, 28 Oktober 2014

:: JURAGAN SAWIT ::.

Jadi Toke Getah atau Juragan Sawit?...

Uugghhh, itu keren sekali, bukan?...
Bayangkan Provinsi Jambi punya lebih dari 500.000 ha lahan perkebunan sawit yang tersebar di 7 kabupaten seperti Batang Hari, Muaro Jambi, Bungo, Sarolangun, Merangin, Tanjabbar dan Tebo, sehingga kelapa sawit merupakan produk unggulan ke dua terbesar setelah karet. Triliunan rupiah uang berputar di sini dari hulu hingga hilir.

Bayangkan, kamu punya 0.005 % a.k.a 25 hektar aja dari luas lahan tersebut, wuih, itu kaya banget, brow!
Nah, jika liat di kampung-desa daerah perkebunan sawit, walau jalan masih aspal merah, tapi mobil 4WD berseliweran di sana, motor keren terparkir di garasi rumah, gadget terbaru dan perhiasan mahal mereka punya. Hmm, menggiurkan, ya! Kalau lagi musim panen dan harga sawit dunia sedang tinggi, mereka akan menjajah kota dengan waktunya… ‘shopping!’ ckckckck…
So, kita sebut dia Juragan Sawit.

Size ; S – XL, 2L, 3L dan 5L (dewasa)
Varian: Standard, Lengan Panjang dan Reglan
Color; Abu Misty, Hitam, Coklat Kopi
------
So skipper palm sap or a Squire? ...

Uugghhh, it's cool, is not it? ...
Imagine Jambi province has over 500,000 ha of oil palm plantations spread over 7 districts such as the Batang Hari, Muara Jambi, Bungo, Sarolangun, Merangin, Tanjabbar and Tebo, so that palm oil is a superior product to the second largest after the rubber. Trillions of dollars of money spinning here from upstream to downstream.

Imagine, you have a 0.005% or 25 hectares of the land area, Whew, it's very rich!

Well, if you look at the village or rural area of oil palm plantations, while the asphalt is still red, but the 4WD cars milling about there, cool bike parked in the garage of the home, the latest gadgets and expensive jewelry they had. Hmm, tempting, yes! If another season of harvest and the world oil price is high, they will colonize the city with time ... 'shopping!' Ckckckck ...
So, we call him skipper palm.

size; S - XL, 2L, 3L and 5L (adult), baby, children
Variants: Standard, Long Sleeve and Reglan
Color; Abu Misty, Black, Brown Coffee

:: JAMBI: Tanah Pilih Pseko Betuah



Jambi ~ Tanah Pilih Pseko Betuah

Ada keris keramat sejak jaman penjajahan Belanda yang dipakai Sulthan Thaha Syaifuddin bernama Keris Siginjei (Siginjai). Merupakan lambang kebesaran dan kepahlawanan Raja dan Sulthan Jambi dahulu. Kabarnya, nih, barang siapa yang memiliki keris tersebut dialah yang diakui sebagai penguasa/berkuasa untuk memerintah Kesulthanan Melayu Jambi.

Mengenai motto Kota Jambi “Tanah Pilih Pseko Betuah” yang tertera pada sehelai Pita Emas di bawah lambang Kota Jambi mengandung arti: Tanah (permukaan bumi paling atas); Pilih (pilihan yang dipilih dengan teliti); Pseko (warisan/pusaka); Betuah (kelebihan luarbiasa/sakti yang tidak dimiliki orang lain). So, hakekatnya adalah melambangkan bahwa Kota Jambi berasal dari tanah yang dipilih oleh Raja Jambi sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Melayu Jambi yang mewariskan nilai-nila sejarah berharga.
Kalo kanti mau hunting salah satu bekas lokasi pusat pemerintahan Kesulthanan Jambi, kanti bisa ke daerah Masjid 1000 Tiang, Benteng dan Alfalah.

Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa)
Varian: Standard, Lengan Panjang, Reglan, Polo-Shirt, Bayi, Anak-anak lengan pendek & lengan panjang Color; Misty Orange, Misty Coklat Muda, Putih, Hitam, Merah Cabe.
------
Jambi ~ Tanah Pilih Pseko Betuah

There is a sacred kris since the Dutch colonial era used Sultan Taha Syaifuddin named Keris Siginjei (Siginjai). Is a symbol of greatness and heroism king and sultan of Jambi first. Reportedly he who has the dagger he recognized as the ruler / ruling to govern Kesulthanan Jambi Malay.
Regarding the motto of the city of Jambi “Tanah Pilih Pseko Betuah” listed on a piece of gold ribbon below the emblem of the city of Jambi implies: Land (the top surface of the Earth); Select (choice of carefully selected); Pseko (legacy / inheritance); Betuah (excess extraordinary / supernatural that no one else has). So, essentially symbolizes that the city of Jambi from the ground chosen by the king as the administrative center of the kingdom of Jambi Jambi Malay who left valuable historical values.

If you want to hunt one of the former location of the center of government Kesulthanan Jambi, you can go to the local mosque in 1000 Pole, Benteng and Alfalah.

size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult)
Variants: Standard, Long Sleeve, Reglan, Polo-Shirt, Infants, Children short sleeve and long sleeve
Color; Orange Misty, Misty Young Brown, White, Black, Red Chillies.

Jumat, 04 Juli 2014

Jambi the Biggest National Park’s

Jambi the Biggest National Park’s:
Kerinci Seblat National Park in Kerinci and Merangin
Bukit 12 National Park in Sarolangun and Batang Hari
Bukit 30 National Park in Tebo and Tanjab Barat
Berbak National Park in Tanjab Timur

Wow! Berikut deskripsi 4 Taman Nasional tersebut yang terletak di Provinsi Jambi.
1) Taman Nasional Kerinci Seblat: luas sejuta ha – tipe ekosistem hutan tropis terlengkap – terbagi di 4 wilayah provinsi di Sumatera – 360 spesies burung, 100 reptilia, 60 amphibia, 80 primata – 4000 spesies flora; anggrek alam, raflesia, amorphopallus.
2) Taman Nasional Bukit 12: luas 60.000 ha – tempat trekking keren – terdapat komunitas Suku Anak Dalam – ribuan flora & fauna hidup di sini.
3) Taman Nasional Bukit 30: luas 144.000 ha – terdapat puluhan spesies – ada 3 komunitas suku pedalaman (Suku Anak Dalam, Suku Talang Mamak, Suku Melayu Tua)
4) Taman Nasional Berbak: luas 162.000 ha – birdwatching burung migran Siberia menuju Australia.

So, ini destinasi keren. Kamu yang hobi berpetualang alam dan tantangan boleh coba, ya!

Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa)
Varian: Standard, Reglan, Reglan ¾ dan Polo-Shirt
Color; Putih, Hitam, Biru Benhur, Merah Cabe.

-------
Jambi the Biggest National Park's:
Kerinci National Park in Kerinci and Merangin
Bukit 12 National Park in Sarolangun and Batang Hari
Bukit 30 National Park in Tebo and Tanjab West
Berbak National Park in East Tanjab

Wow! The following description of the four National Parks that are located in the province of Jambi.
1) Kerinci National Park: widely million ha - complete tropical forest ecosystem - is divided in 4 regions of the province in Sumatra - 360 species of birds, 100 reptiles, 60 amphibia, 80 primates - 4000 species of flora; natural orchids, rafflesia, Amorphopallus.
2) Park Hill 12: 60.000 ha wide - a cool trekking - Suku Anak Dalam community there - thousands of flora and fauna live here.
3) Park Hill 30: 144,000 ha wide - there are dozens of species - there are three tribal communities (Suku Anak Dalam, Talang Mamak tribe, Old Malay)
4) Berbak National Park: spacious 162,000 ha - migratory birds birdwatching Siberia to Australia.

So, this is a cool destination. You who like adventure and challenge of nature can try, yes!

size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult)
Variants: Standard, Reglan, Reglan ¾ and Polo-Shirt
Color; White, Black, Blue Benhur, Red Chillies.



BERAKIT - RAKIT

Berakit-rakit ke Jambi Berenang-renang ke Batanghari

Sungai Batanghari, Jambi sebagai sungai nan terpanjang di Sumatra, terbentang dari barat (Provinsi Sumatera Barat) hingga mengalir ke muaranya di timur (Selat Berhala).
Di sini terdapat denyut nadi kehidupan masyarakat bahari dari jaman purba hingga terkini.
Batanghari menyimpan sejarah, menyimpan cerita, dan berjuta kenangan. Pabila kanti singgah di Jambi bolehlah pula berenang di sungai ini. :-)

Batanghari aeknyolah tenang..
Sungguh pun tenang deraslah ke tepi
Anaklah Jambi janganlah dikenang
Kalau dikenang merusaklah hati…
Nah!

Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa) serta ukuran Anak dan Bayi
Varian; Standar, Reglan, Polo-Shirt
Color; Putih, Biru Benhur, Merah Cabe.


------
Berakit-rakit ke Jambi Berenang-renang ke Batanghari

Batang Hari River, Jambi as nan longest river in Sumatra, stretching from the west (West Sumatera) to flow into the estuary in the east (Strait of Berhala).
Here are the heartbeat of the maritime community from ancient times to date.
Batang store history, a story, and millions of memories. if you stop in Jambi please swim in this river. :-)

Batanghari aeknyolah tenang..
Sungguh pun tenang deraslah ke tepi
Anaklah Jambi janganlah dikenang
Kalau dikenang merusaklah hati…

Well!

size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adults) as well as the size of Children and Babies
variant; Standards, Reglan, Polo-Shirt
Color; White, Blue Benhur, Red Chillies.

Rabu, 18 Juni 2014

:: Pixel Bujang – Gadis Melayu Jambi ::


Pakaian Adat Pria. Di bagian kepala para lelaki suku Melayu Jambi mengenakan Lacak. Terbuat dari kain beludru merah yang diberi kertas tebal agar menjadikannya keras. Tutup kepala ini menjulang tinggi. Bajunya disebut baju kurung tanggung berlengan panjang. Biasanya pada bagian pinggang digunakan pending berupa rantai dengan sabuk sebagai kepala terbuat dari logam. Ditambah keris dan selop sebagai alas untuk melindungi kaki saat berjalan.

Pakaian adat wanita. Terdiri dari kain sarung songket dan selendang songket warna merah. Bajunya disebut baju kurung tanggung bersulam benang emas dengan motif hiasan bungo melati, pucuk rebung dan kembang tagapo. Unsur kelengkapan lain biasanya terdapat teratai dada sebagai penutup dada, ikat pinggang, selendang dan selop.

Ke dua desain ini dibuat cukup rempong, dengan memadukan ratusan titik menjadi satu kesatuan utuh yang membentuk sosok Bujang-Gadis Melayu Jambi.

Deskripsi
Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa)
Varian: Standard dan Reglan
Color; Biru benhur, Ungu, Clover TW, Navy Merah, Trtion Ungu, Putih, Pink

------
Bujang-Gadis Jambi Malay

Indigenous Men's Clothing. At the head of the Jambi Malay men wearing Track. Made of red velvet that given the heavy paper that makes it hard. Headgear is soaring. Her dress is called a long-sleeved shirt brackets responsibility. Usually used pending the waist belt in the form of a chain with a head made of metal. Plus dagger and slippers as footwear to protect the feet when walking.

Women in traditional clothing
Consisting of songket sarongs and songket shawl red. Her dress is called baju kurung bear embroidered with gold thread with decorative motifs bungo jasmine, bamboo shoots and flowers tagapo. Elements of other equipment normally present as a chest lotus topless, belts, scarves and slippers.
The two designs is made quite difficult, by combining hundreds of points into a unified whole that formed the figure of Bujang-Gadis Jambi Malay.

size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult)
Variants: Standard and Reglan
Color; Benhur Blue, Purple, TW Clover, Red Navy, Trtion Purple, White, Pink